Langsung ke konten utama

Penemuan Terheboh Abad Ini

Diari bocah aneh (Penemuan Terheboh Abad Ini)
oleh Ella Harini pada 09 Mei 2011 jam 17:00
Senin 9 Mei 2011





Pagi yang cerah dihiasi mendung-mendung bengek. Akhir-akhir ini emang cuaca kurang bersahabat. Biasanya paginya mendung, siangnya panas. Kadangan juga sorenya panas, malemnya ujan deres. Atau sebaliknya, malemnya terang-benderang, paginya salju.

Nggak deng.

Yah, intinya cuaca seperti ini ngga memungkinkan buat aku berjemur dipantai. Maksudnya, yang mbawa cucian terus cucianya dijemurin di pantai gitu. Emang edan.

Minggu ini seharian aku ngerasain bete. Ngapa-ngapain males. Males makan males ke kamar mandi. Serasa mod nya ilang dan pergi entah kemana. Apa pergi ke Suriname atau ke Bantargebang aku ngga tau. Yang jelas emang berasa ngga ada mod sama sekali. Beneran nggak bergairah untuk ngapa-ngapain. Tidur segan ngupil pun tak mau.

Dan biasanya untuk membunuh waktu, aku biasa langsung nonton film DVD. Biasanya langsung kembali seneng. Tapi mungkin kali ini aku bakalan absen nonton film. Selain karna trauma atas kejadian kaset-tanpa-terjemahan yang sukses bikin mata boloren, juga lantaran DVD ku lagi mandan sekarat. Iya, pas mencet tombol open buat mbuka tempat masukin kasetnya, tapi ngga keluar-keluar. Di pencet lagi tombolnya, tetep ngga keluar. Mencet lagi, ngga keluar juga. Yo weiz, tek pencet lagi, eh tiba keluar masuk keluar masuk sendiri. Tek pencet tombolnya lagi, ngga berhenti. Dipencet lagi, ngga berhenti juga. Yo weiz, tek pencet sekali lagi, JLEB . Eh, malah mati DVD nya. Emang DVD autis.

Ngaco

Oke, tapi tiba-tiba entah dapet ide dari mana, aku nemuin ide buat ngilangin bad mod ini. Oke, ini emang tanpa unsur ketersengajaan dan emang belum teruji keampuhannya, tapi entah kebetulan atau kebelutan, bad mod ku langsung ludes. Iya, jadi aku buka facebuk. Terus iseng-iseng ke pencarian. Nah, disitu aku ngetik namaku, Ella. Terus entah mengapa, tiba-tiba keluar nama-nama akun facebuk yang berawal dari nama Ella. Ah, emang pada ngga kreatif, ikut-ikutan namaku.

Sableng.


Nah, yo weiz, terus tek request semua nama-nama akun yang ada Ella nya gitu. Hahaha.. emang o on.

Tapi entah kenapa, pas selese nge req nama-nama yang mirip sama namaku, bad mod ku langsung ilang. Iya, ilang dengan sendirinya. ilang coy, ilang. Uih, sangar. Yeah, sangar. Penemuanku emang sangar. Oke, aku pantes masuk dalam daftar penemu-penemu terfenomenal abad ini.



Wasalam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

New Chapter for My "F"

Haha sudah usang ternyata. Aku kembali dengan cerita baru. Kembali ke blog keramat yang isinya umpatan2 manis terkait hati yang sampai saat ini masi "tak terkonsep". Waktu berjalan lambat pada keadaan hati yang porak-poranda. Semalam air mataku berjingkrak kembali. Bercampur dengan luapan emosi kepadanya yang tak berujung tenang. Entah manusia macam apa kau. Empati NOL.  Kami kembali bersama setelah tragedi "nguping" malam itu. Tepatnya kau yang memilih kembali. Dengan segala resiko yang akan terjadi di kemudian hari. Entah setan atau malaikan yang memenangkan hatiku ketika itu. Semalam aku berhadapan dengan monster. Mengapa tak kau katakan saja yang sebenarnya. Aku bukan jaksa penuntut umum yang menuntutmu bersujud di kelingking jari kakiku. Dan permintaanku tak semuluk-muluk korban investasi bodong Indra Kenz.  Mengapa kau sulit sekali menangkap maksudku. Cukup bilang "Iya, nanti kalau kau menyakannya lagi, aku bilang apa adanya." Cukup. Maka dunia akan ...

Air Mata Akhir Tahun

 Aku terpelanting ke semak-semak, dengan separuh bajuku robek termakan siang. Ditambah penghuni pelaminan yg saat ini blm menemukan singgasananya. Seperti tersambar puting beliung tanpa pusaran angin. Hampa.. dan kini.. kosong.. Aku meniginkan teman seperjuangan. Yang bisa menyaksikan setiap tawaku pecah di dedaunan. Namun, kata-katanya sedikit menghantam permukaan pelipisku. Entah baik atau buruk. Memang kalo bukan teman, apa lagi? Di sampingku suaranya masih mencoba mangajak bermain. Namun mood ku sudah porak poranda. Aku tak ada tempat berteduh. Hujan sore ini hanya terkekeh sekelebat. Di hatiku hanya hamparan kosong tanpa makna. Duka ini belum kering, namun dia menyirami lagi hingga basah. Lelah.. Mau Kau ganti dengan apa? Aku takut pertanyaanku terkesan tinggi. Sesalku sudah menggunung. Aku tak mau menambah tingginya dengan keangkuhan. Aku hanya bisa menangis. Membuang air mata yg entah sudah berapa kali lipat bila dibandingkan dengan madu di bunga soka.  Kosong. Benar-be...