Langsung ke konten utama

Review dari gw, Eclipse

Gw lagi coba-coba resensi film, hehe masih rada kaku sih.
tapi ya itung-itung latian ;D

Ok, 1 minggu lalu gw liat eclipse. Itu lho, lanjutan dari Twilight and New Moon. Film tentang vampir yang mendunia banget!
Adaptasi dari novel Stephen Mayer ke 3, ternyata alurnya lebih menegangkan dibanding seri-seri sebelumnya.
Di sini Bella Swan terancam nyawanya oleh Victoria, vampir yang dendam sama Bella.
Edwar sadar, gak akan mampu melawan pasukan Victoria yang jauh lebih kuat dari dirinya.
Nah, Edward punya inisiatif untuk bekerja sama dengan Jacob Black (manusia serigala yg sangat dibencin Edward)

Atas kerja sama mereka berdua, akhirnya vampir Victoria dapat dikalahkan.
Namun Jacob merasa kecewa lantaran saat harus memilih, Bela lebih memilih untu memilih Edward dan menjadi vampir dari pada memilih Jacob.
Untuk sementara Jacob lebih memilih untuk menjauh dari Bela.


Hmm, itu review dari gw lho. Sorry kalo masih banyak yg kurang.
Tapi bener, ni film udah menghipnotis gw. (Haha, emang romy rafael?)
Yang jelas, tonton filmnya !
:D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

New Chapter for My "F"

Haha sudah usang ternyata. Aku kembali dengan cerita baru. Kembali ke blog keramat yang isinya umpatan2 manis terkait hati yang sampai saat ini masi "tak terkonsep". Waktu berjalan lambat pada keadaan hati yang porak-poranda. Semalam air mataku berjingkrak kembali. Bercampur dengan luapan emosi kepadanya yang tak berujung tenang. Entah manusia macam apa kau. Empati NOL.  Kami kembali bersama setelah tragedi "nguping" malam itu. Tepatnya kau yang memilih kembali. Dengan segala resiko yang akan terjadi di kemudian hari. Entah setan atau malaikan yang memenangkan hatiku ketika itu. Semalam aku berhadapan dengan monster. Mengapa tak kau katakan saja yang sebenarnya. Aku bukan jaksa penuntut umum yang menuntutmu bersujud di kelingking jari kakiku. Dan permintaanku tak semuluk-muluk korban investasi bodong Indra Kenz.  Mengapa kau sulit sekali menangkap maksudku. Cukup bilang "Iya, nanti kalau kau menyakannya lagi, aku bilang apa adanya." Cukup. Maka dunia akan ...

Air Mata Akhir Tahun

 Aku terpelanting ke semak-semak, dengan separuh bajuku robek termakan siang. Ditambah penghuni pelaminan yg saat ini blm menemukan singgasananya. Seperti tersambar puting beliung tanpa pusaran angin. Hampa.. dan kini.. kosong.. Aku meniginkan teman seperjuangan. Yang bisa menyaksikan setiap tawaku pecah di dedaunan. Namun, kata-katanya sedikit menghantam permukaan pelipisku. Entah baik atau buruk. Memang kalo bukan teman, apa lagi? Di sampingku suaranya masih mencoba mangajak bermain. Namun mood ku sudah porak poranda. Aku tak ada tempat berteduh. Hujan sore ini hanya terkekeh sekelebat. Di hatiku hanya hamparan kosong tanpa makna. Duka ini belum kering, namun dia menyirami lagi hingga basah. Lelah.. Mau Kau ganti dengan apa? Aku takut pertanyaanku terkesan tinggi. Sesalku sudah menggunung. Aku tak mau menambah tingginya dengan keangkuhan. Aku hanya bisa menangis. Membuang air mata yg entah sudah berapa kali lipat bila dibandingkan dengan madu di bunga soka.  Kosong. Benar-be...